Lewati ke konten

Sejarah Desa Genteng

Menelusuri jejak perjalanan Desa Genteng dari awal mula terbentuknya hingga menjadi desa yang kita kenal sekarang.

Asal-Usul Sumedang

Kabupaten Sumedang mulanya merupakan sebuah kerajaan di bawah kekuasaan Raja Galuh. Sejarah kata Sumedang berawal dari legenda rakyat yang disampaikan secara turun-temurun sebutan "Sumedang" berasal dari ucapan Prabu Tadjimalela yang merupakan salah satu raja Tembong Agung. Saat beliau menobatkan putera keduanya yang bernama Gajah Agung, tiba-tiba langit terang benderang oleh cahaya yang melengkung seperti pelangi atau taji dan beliau berucap “Insun Medal Insun Madangan” yang berarti “Aku Lahir Untuk Memberi Penerangan”.

Sebelum adanya Kerajaan Sumedang Larang, terlebih dahulu ada Kerajaan Tembong Agung yang berpusat di Desa Leuwi Hideung Kecamatan Darmaraja. Kerajaan Tembong Agung ini menjadi kerajaan Sunda yang terkenal yaitu Kerajaan Pajajaran. Hal tersebut terjadi kerena Ratu Raja Mantri yaitu puteri dari Sunan Pagulingan diperistri oleh Raja Pajajaran yang terkenal yaitu Prabu Siliwangi. Selanjutnya, Kerajaan Tembong Agung pindah ke Kuta Maya dan selanjutnya berganti nama menjadi Sumedang Larang. Kerajaan Sumedang Larang muncul dalam kancah sejarah setelah Kerajaan Sunda Pajajaran runtuh pada Tahun 1580. Salah satu raja yang Sumedang Larang yang terkenal yaitu Prabu Geusan Ulun.

Kabupaten Sumedang mengalami beberapa peristiwa penting di antaranya:

  1. Pada mulanya Kabupaten Sumedang adalah sebuah kerajaan bernama Tembong Agung dengan raja yang bernama Prabu Galuh Hadji Adji Putih (Adji Purwa Sumedang)
  2. Pada masa pemerintahan Prabu Tutang Buana Kerajaan Tembong Agung berubah nama menjadi Kerajaan Sumedang Larang.
  3. Kerajaan Sumedang Larang mencapai masa keemasan pada masa pemerintahan Pangeran Angka Widjaya atau Prabu Geusan Ulun. Pada masa pemerintahan Prabu Geusan Ulun mulai diterapkan sistem pemerintahan kabupaten.
  4. Tanggal 22 April 1579 Prabu Geusan Ulun dinobatkan menjadi Prabu Sumedang Larang oleh Prabu Siliwangi. Penobatan ini menjadi titik awal berkembangnya Kabupaten Sumedang sebagai sebuah pemerintahan yang memiliki otoritas penuh. Oleh sebab itu, tanggal 22 April ditetapkan sebagai hari jadi Kota Sumedang.

Terbentuknya Kecamatan Sukasari dan Desa Genteng

Kecamatan Sukasari dahulu merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Tanjungsari. Untuk mempermudah pemerintah dalam mengatur masyarakat dan wilayah, pada Tahun 2000 Kecamatan Sukasari resmi dimekarkan dari Kecamatan Tanjungsari. Saat itu Kecamatan Sukasari memiliki delapan desa berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sumedang Nomor 51 Tahun 2000.

Desa Genteng terbentuk sekitar tahun 1845 pada masa pendudukan Pemerintahan Belanda serta masih menginduk di Kewadanaan Tanjungsari. Menurut etimologi nama Genteng berasal dari kata "Dengkeng" yang berarti lekuk atau lengkung dalam Bahasa Sunda. Hal tersebut didasari dari wilayah Desa Genteng yang diapit oleh dua bukit dan wilayah desa yang berbentuk lengkungan jika dilihat dari ketinggian. Wilayah Desa Genteng saat Tahun 1845 meliputi wilayah Sukasari dan sebagian wilayah Tanjungsari.

Kepemimpinan Awal dan Perkembangan

Pada saat itu Desa Genteng dipimpin oleh seorang tokoh masyarakat yang mempunyai predikat cendekiawan yaitu Jaya Toed yang memangku jabatan kepala desa sejak Tahun 1845-1855. Setelah pemangku jabatan lengser, Desa Genteng dipimpin oleh kepala desa yang bernama M. Sutapraja yang memangku jabatan dari Tahun 1855-1875. Beliau mendapatkan dua kali gelar "Kuwu Bintang" dari Pemerintahan Belanda. Gelar tersebut diberikan atas kepatuhan dan ketaatan beliau kepada Pemerintah Belanda. Setelah memimpin Desa Genteng selama 20 tahun, selanjutnya kepemimpinan diteruskan oleh penerus sesuai dengan data nama-nama Kepala Desa Genteng dari masa ke masa.

Setelah beberapa dasawarsa kepemimpinan lahirlah seorang tokoh muda yang menjadi panutan masyarakat yakni Suratma Dinata. Beliau menjadi seorang tokoh pemimpin dimana dengan segala kepintarannya dan kerendahan hatinya, beliau sering membantu orang yang lemah. Suratma Dinata mendapatkan gelar pemimpin terbaik dari masa jabatan kepala desa sebelumnya.

Momen Penting dalam Sejarah Desa

  • Tahun 1965: Terjadi gangguan keamanan.
  • Tahun 1979: Terjadi pemekaran desa, yang menghasilkan Desa Genteng dan Desa Sukasari, pada masa kepemimpinan Nana Iskandar.
  • Tahun 1979: Kantor Desa Genteng mulai dibangun.
  • Tahun 1998 - sekarang: Pembangunan Desa terus meningkat dengan adanya bantuan dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat melalui program-program yang dilaksanakan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat melalui swadaya gotong royong.

Daftar Kepala Desa Genteng dari Masa ke Masa

No. Nama Masa Jabatan Alamat Keterangan
1.Jaya Toed1845 – 1855Pasirkaliki 
2.M. Sutaprajadiningrat1855 – 1875Pasirkaliki
3.M. Winataputra1875 – 1935PasirkalikiKuwu Bintang
4.Puradiredja1935 – 1937Sukasari 
5.Rd. Sumawisatra1937 – 1945Pasirkaliki 
6.Suratma Dinata1945 – 1957Pasirkaliki 
7.Rd. Natawisastra1957 – 1963Karangsari 
8.Wiganda1963 – 1979Sukasari 
9.Nana Iskandar1979 – 1988PangaubanPemekaran Desa
10.Idi Kusmara1988 – 1996Genteng 
11.Amas Solihin1996 – 1998PasiranginPejabat
12.A. Sumarya1998 – 2000Sukamulya 
13.Burhan2000 – 2002KutaPejabat
14.Lili Sutira2002 – 2003SukamulyaPejabat
15.Burhan2003 – 2008Kuta 
16.Komara, ST2008 – 2014Genteng 
17.Muhtar, SE2015 – 2016TanjungsariPejabat
18.Ewo Sarwo, S.Sos2015 – 2016PangaubanPejabat
19.Komara, ST2016 – 2021Genteng 
20.Dede A. sutarya S.Pd2022 – 2027Pasirkaliki